Yamaha Masih Pesimis Jelang MotoGP 2016, Apa Alasannya?

0

Berbeda dengan Ducati, sepertinya pabrikan Yamaha masih pesimis jelang perhelatan MotoGP 2016. Penggunaan ECU (Electronic Control Unit) serta migrasi ban dari Bridgestone ke Michelin  sepertinya masih menjadi kendala utama pabrikan Yamaha.

Pasalnya dua rider utama Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo masih kesulitan melakukan adaptasi atas penggunaan ECU maupun ban Michelin. Rossi maupun Lorenzo mengaku kesulitan untuk menemukan akselerasi yang pas. “Ban belakang terasa seperti mengunci ketika kami melakukan pengereman”, ujar Rossi sebagaimana dilansir dari Crash.

Sementara itu Lorenzo mengaku bahwa perangkat elektronik ECU kurang canggih. Hal tersebut membuat juara dunia MotoGP 2015 itu merasa lebih lambat saat uji coba di Valencia beberapa waktu lalu.

Hal senada juga diungkapkan oleh Petinggi Yamaha Factory Racing, Wilco Zeelenberg. Zeelenberg mengatakan bahwa perpindahan dari ban Bidghestone ke ban baru Michelin memaksa para rider agar berjuang keras dalam menemukan cara paling tepat untuk melakukan akselerasi.

Meski demikian, Zeelenberg mengungkapkan bahwa tim Yamaha sedang dalam proses mencari setingan terbaik. Untuk itu, sebelum uji coba yang akan berlangsung di Sepang, Malaysia pada februari mendatang, pabrikan Yamaha secara khusus akan melakukan testing di sirkuit Sepang pada 13-14 Januari 2016. Tujuannya adalah untuk melihat sejauh mana perkembangan performa setingan motor serta adaptasi Lorenzo dan Rossi dengan perangkat ECU dan ban Michelin.

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.