Valentino Rossi: “Kegagalan Di Musim 2015 Menjadi Kekalahan Paling Menyakitkan”

0

Balapan di musim 2017 nanti akan menjadi musim ke-22 bagi pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi. Berbagai persiapan telah dilakukan oleh The Doctor, termsauk salah satunya berlatih dengan anak-anak didiknya di VR46 academy. Rossi berharap kedepannya dengan didirikan pelatihan tersebut, mampu menumbuhkan regenerasi pembalap di Italia.

“Membantu para pembalap-pembalap muda berkembang merupakan kesenangan tersendiri bagiku. Dulu sebelum dibentuk akademi ini, sangat sedikit rider penerus dari Italia. Namun sekarang kebalikannya, kami memiliki segudang pembalap muda yang cepat nan ambisius. Aku sangat menyukainya. ” ujar Valentino Rossi kepada tuttomotoriweb.

“Aku tidak suka bila dipanggil sebagai guru. Ayahku Graziano mengajarkan padaku bahwa angkuh dan sombong itu merupakan kebodohan sedangkan kerendahan hati adalah sesuatu hal yang mampu menghibur orang.” lanjutnya.

Kepada media Italia tersebut, pembalap yang telah mengantongi sembilan kali gelar juara dunia dari semua kelas itupun juga sedikit bercerita mengenai kegagalannya untuk kembali meraih gelar kesepuluh. Menurutnya, kegagalan di tahun 2015 adalah yang paling menyakitkan.

“Musim 2015 memang telah berakhir, namun sulit bagiku untuk tidak merasa kecewa. Hal tersebut seharusnya tidaklah terjadi, itu merupakan aib di MotoGP. Saya telah berulang kali berjuang melawan pembalap tangguh dari Biaggi hingga Stoner. Namun berbeda dengan Marquez, ia penuh dengan kepalsuan.” terangnya.

Pada musim 2017 ini, Valentino Rossi akan kembali bertarung dengan pembalap Spanyol seperti Marc Marquez, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, serta nama baru yakni Maverick Vinales. Patut kita nantikan bagaimana cara The Doctor menahan gempuran para pembalap Spanyol tersebut.

About Author

Selain di menulis GoMotogp.id juga bekerja disalah satu perusahaan swasta.