Valentino Rossi Berikan Alasan Mengapa Rider Moto2 Sangat Agresif di Lintasan

0

Pasca insiden yang hampir saja membuat Valentino Rossi gagal meraih podium di sirkuit Austin beberapa waktu lalu, memunculkan opini dari banyak publik mengenai manuver agresif yang dipertontonkan oleh rider satelit Yamaha, Johann Zarco.

Pembalap berstatus rookie di musim 2017 itu melakukan aksi overtake di tikungan ketiga hingga mengakibatkan Rossi terpaksa memotong jalur yang mengakibatkan ia terkena pinalti.

Usai laga, The Doctor pun mengecam sikap agresif yang ditunjukkan Johann Zarco kepadanya. Pembalap asal Italia itupun juga menilai kompetisi di kelas Moto2 ikut turut andil membuat para rider, seperti Johann Zarco dan Marc Marquez bersikap agresif di lintasan.

“Alasannya sederhana, di Moto2 semua pembalap mengendarai spek mesin Honda 600cc yang jelas sangat signifikan bila dibandingkan kelas sebelumnya 250cc. Sementara di MotoGP sendiri menggunakan 1000cc, hampir dekat,” ungkap Rossi seperti dimuat dalam tuttomotoriweb.

“Mereka semua memiliki mesin, rem, ban, bahkan gaya balap yang sama. Hal itu membuat antara pembalap saling berdekatan dan kesempatan untuk menyalip sangatlah kecil. Sekali ada celah maka mereka akan berusaha untuk melakukannya,” tambahnya.

Pendapat lain juga diutarakan oleh rider tim Repsol Honda yakni Dani Pedrosa. Mantan juara dunia ajang 250cc sebanyak dua kali itu menilai setiap pembalap memiliki pendekatan atau cara yang berbeda-beda dalam beradaptasi di suatu kelas.

“Saya kurang mengerti apakah itu berhubungan dengan kelas atau tidak, tetapi dalam pengalaman saya hal tersebut dimulai dari cara anda memiliki pendekatan yang berbeda. Anda harus terlebih dahulu mencari tahu bagaimana semua aspek di kelas MotoGP berkerja.”

“Seorang pembalap MotoGP bisa lebih cepat masuk ke tikungan, mengerem lebih keras, berat badan yang saling berpengaruh, serta lawan yang jauh lebih baik,” papar pembalap yang baru saja meraih podium di Austin tersebut.

About Author

Selain di menulis GoMotogp.id juga bekerja disalah satu perusahaan swasta.