The Doctor Tetap Hebat Di Valencia!

0

Meski gagal meraih gelar juara dunia MotoGP yang kesepuluh, Valentino Rossi tetap menjadi idola banyak penggemar MotoGP di seluruh dunia.

Terlepas dari berbagai tensi dan posisi paling sulit yang dihadapinya, Rossi tetap membalap dengan sangat baik. Bahkan terbilang luar biasa pada seri Grand Final MotoGP Valencia 2015. Start dari grid paling belakang tidak sama sekali membuatnya kehilangan semangat dan jiwa kompetitif, bahkan sebaliknya.

Ketika balapan dimulai The Doctor langsung melejit ke posisi 15, melakukan manuver bersih dengan YZR-M1 yang ditungganginya. Memasuki lap kedua, pembalap berusia 36 tahun tersebut sudah berada di posisi sepuluh dan terus berjuang melakukan overtake.

Di lap ke lima, Rossi tidak kesulitan melewati Bradley Smith, yang membuatnya menempati posisi delapan. Race speed Valentino Rossi terus membaik, melewati rider didepannya satu persatu, hingga akhirnya menempati posisi empat tepat di belakang Dani Pedrosa.

Namun kecepatan trio Espanyola (Lorenzo, Marquez, dan Pedrosa) berada pada garis maksimal yang membuat Rossi harus tertinggal jauh diposisi empat.

Memasuki dua lap terakhir, rentang waktu antara Rossi dan Pedrosa yang menempati posisi tiga terpaut sangat jauh, yaitu 13 detik. Sehingga harapan Rossi untuk meraih juara dunia kian menipis.

Disisi lain Dani Pedrosa berusaha menekan Marquez, namun The Baby Alien sepertinya tidak ingin diganggu terlalu lama, dan langsung meredam tekanan Pedrosa dan mengamankan posisi dua tepat dibelakang lorenzo.

Balapan pun berakhir dengan kemenangan Jorge Lorenzo yang mengukuhkan menjadi juara MotoGP 2015, Marquez di posisi dua, dan Pedrosa di posisi tiga. Sementara Valentino Rossi hanya mampu finis di urutan ke empat. Tetapi penampilannya sangat luar biasa, menapaki sirkuit dari grid paling belakang hingga finis di lima besar.

Meski kemudian banyak yang mempertanyakan kenapa Marquez tidak sama sekali menekan Lorenzo padahal setingan dan kecepatan motornya memungkinkan, namun inilah balapan. This is race, and anything can happen. We can’t judge, only ask, why?

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.