Terkait Performa Apik di Musim Lalu, Bos LCR Siap Bicarakan Kontrak Pembalapnya Bersama HRC

0

Musim 2016 adalah musim paling membanggakan bagi Luci Cecchinello selaku pemilik tim LCR Honda. Bagaimana tidak, dua podium utama di Gp Ceko serta Australia mampu dirtaih oleh pembalap tunggal mereka yakni Cal Crutchlow. Raihan tersebut sekaligus mempertegas statusnya sebagai pembalap satelit terbaik di musim lalu.

“Saya lebih memilih untuk tetap menginjak tanah (rendah diri) karena kami berhasil meraih dua kemenangan di musim lalu.” ungkap Lucio kepada speedweek.

“Dalam kompetisi MotoGP, sangatlah sulit bagi tim–tim seperti kami untuk meraih kemenangan. Jangankan kemenangan, podium saja sangat sulit mengingat kita bersaing dengan enam pabrikan berbeda.” “Banyak faktor yang bermain dan kami bersyukur memiliki mesin Honda dengan potensinya untuk meraih podium.”

Namun torehan yang diperoleh Cal Crutchlow bisa menjadi bomerang bagi Luci serta tim asuhannya. Jika pembalapnya mampu menjaga tren positif di musim depan, bukan tidak mungkin pembalap yang terkenal akan sifat jahilnya tersebut akan ditarik untuk mengisi kursi pabrikan Repsol Honda.

Dalam klausul setiap perjanjian antara produsen dengan tim satelit memang terkadang menyebutkan bahwa ketika pembalap satelit tersebut mampu menunjukkan performa optimal maka akan dipertimbangkan untuk menjadi pembalap pabrikan.

“Kami masih akan terus bekerjasama dengan Honda. Memang selalu ada pernyataan bahwa HRC selalu menarik pembalap satelitnya, contohnya terdapat pada beberapa kontrak pembalapnya seperti mendiang Simoncelli, Gibernau, serta Jack Miller.”

“Saat ini masih terlalu dini bagi kami untuk membicarakan musim 2018, karena HRC sedang dalam masa transisi setelah pensiunnya Nakamoto. Namun jika itu terjadi maka keinginan pribadi kami dengan Cal adalah duduk bersama dan membicarakan kontrak tersebut bersama HRC.” paparnya.

About Author

Selain saat ini aktif menulis di Gomotogp.id, juga menyalurkan hobi menulis melalui personal blog.