Terkait Pembekuan Mesin, Honda dan Yamaha Satu Pendapat

0

Pembekuan pengembangan mesin selama bergulirnya kompetisi MotoGP mulai dilakukan semenjak musim 2014 lalu. Para tim pabrikan dilarang melakukan ataupun mengutak–atik mesin mereka saat tengah mengikuti perlombaan dan hanya mendapatkan 6 jatah mesin saja. Berbeda dengan tim satelit ataupun tim medioker yang mendapatkan hak ‘konsensi’, mereka justru diberi jatah 12 mesin selama satu musim saat itu.

Menjelang bergulirnya kompetisi baru dimusim 2017 mendatang, terdengar kabar mengenai pelunakan pembekuan dan pengembangan mesin yang selama ini dirasakan oleh tim pabrikan seperti Honda, Yamaha, Ducati serta Suzuki.

Khusus untuk Suzuki, di musim depan mereka harus rela melepaskan status sebagai pembalap yang diberikan bantuan oleh pihak Dorna setelah salah satu pembalapnya mendapatkan satu kemenangan. Itu artinya hanya tim Aprilia dan KTM saja yang berhak mendapatkan perlakukan ‘khusus’ dari Dorna.

Manajer tim Yamaha Kouichi Tsuji serta manajer Honda Shuhei Nakamoto menjelaskan kepada speedweek bahwa pembekuan pengembangan mesin justru berdampak positif karena pabrikan tidak perlu mengeluarkan biaya lebih untuk melakukan riset.

“Jika pembekuan mesin dilarang justru hal tersebut berdampak dengan pembengkakan biaya bagi tim kami. Dengan 7 mesin saja kami sudah cukup direpotkan pada anggaran yang cukup besar. Bagi kami jatah mesin tersebut masih cukup untuk mengikuti satu musim kompetisi.” ujar Nakamoto.

“Yamaha cukup senang dengan jatah musim yang diberikan di musim ini lebih banyak dibandingkan musim sebelumnya. Jika kita sepakat untuk membatalkan pembekuan mesin tentu saja biaya yang dikeluarkan akan lebih meningkat. Kita tidak memiliki dana dan sponsor yang banyak dibandingkan tim lain. Ini akan mengganggu stabilitas dalam tim nantinya.” imbuh Kouichi yang senada dengan ucapan dari tim lawan.

Berbeda dengan pernyataan kedua manajer tersebut, Gigi Dalli’gna selaku wakil dari pabrikan Ducati justru mengatakan pendapat yang berlawanan.

“Pembekuan pengembangan mesin justru akan membawa tim kepada masalah. Bayangkan saja jika pada awal kompetisi kita sudah menderita dan tidak diperbolehkan adanya pengembangan maka bisa dipastikan selama satu musim kita gagal memberikan perlawanan di dalam lintasan. Paling tidak kita sebagai tim pabrikan juga diberikan satu kesempatan untuk melakukan update pada mesin.” papar eks manajer Aprilia tersebut.

About Author

Selain di menulis Gomotogp.id juga bekerja disalah satu perusahaan swasta.