Terjatuh di Race Motegi, Peluang Juara Dunia Valentino Rossi Musim Ini Sudah Habis

0

Sakit namun tidak berdarah, mungkin itu adalah kalimat yang tepat untuk mengungkapkan kesedihan para penggemar Valentino Rossi kala melihat idolanya gagal bersaing di MotoGP Jepang.

Pembalap berkebangsaan Italia tersebut harus menyelesaikan lomba secara prematur lantaran terlempar dari motornya dan keluar lintasan ketika balapan baru menginjak lima putaran. Bahkan peluang The Doctor untuk merengkuh gelar juara dunia sudah tidak ada lagi alias Game Over untuknya.

Sirkuit Motegi tampaknya mulai menjadi angker bagi pembalap Yamaha Movistar, Valentino Rossi. Petaka yang hampir sama juga pernah ia dapatkan pada musim lalu di sirkuit Motegi. Kala itu Rossi yang tengah bertarung di jalur perebutan gelar harus menelan pil pahit setelah terjatuh di pertengahan lomba. Kekecewaannya pun bertambah lantaran rivalnya saat itu, Marc Marquez berhasil mengunci gelar juara dunia ketiganya.

Terlihat masih kesakitan, bintang MotoGP tersebut pun akhirnya angkat bicara mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada saat itu. Rossi yang memulai balapan dari posisi ke-12 sempat menemukan ritme balapnya dan mencoba untuk mengejar rider tim Aprilia, Aleix Espargaro.

Selain itu pemilik 7 kali gelar juara dunia di kelas premier tersebut harus berjuang ekstra keras lantaran tidak adanya grip ideal pada bagian sisi kiri ban Michelin miliknya.

“Itu adalah kecelakaan yang cukup besar, hampir mirip dengan kecelakaan yang saya alami di hari Sabtu. Saat itu saya tengah mencoba untuk mengejar Aleix Espargaro dan mempertahankan langkah, namun sisi kiri ban tidak memiliki pegangan yang cukup. Rasanya seperti balapan diatas es.” ucap Rossi

“Ketika saya menyadarinya itu sudah cukup terlambat, saya terlempar dari motor dan terbang ke udara. Beruntung cidera kaki ini tidak bertambah parah, saya hanya merasa sakit di sekujur badan.” sambungnya.

Persoalan ban belakang yang tak kunjung menemui titik temu juga semakin memperparah keadaan tim berlogo garpu tala tersebut. Hal serupa juga dialami oleh rekan setimnya, Maverick Vinales yang hanya mampu finish di posisi kesembilan.

“Kami telah banyak berjuang di sepanjang akhir pekan ini. Sangat sulit rasanya karena motor kami tidak pernah memiliki pegangan yang bagus, terutama pada bagian belakang. Jadi kami perlu mencoba untuk menggali lebih dalam tentang masalah tersebut.”

“Bagi saya, Yamaha di musim ini tertahan dengan masalah ban belakang Michelin yang akhirnya membuat kami kesulitan untuk bersaing di segala kondisi terutama saat hujan. Sangat sulit, kami perlu mengerti.” tuntas pemenang balapan Grand Prix Belanda tersebut.

About Author

Selain di menulis Gomotogp.id juga bekerja disalah satu perusahaan swasta.