Sirkuit Termas de Rio Hondo Argentina

0

Kontribusi Amerika Latin akhirnya terealisasi pasca di daulatnya sirkuit Termas de Rio Hondo sebagai bagian dari lintasan MotoGP pada tahun 2014 lalu. Argentina sebenarnya sudah menjadi bagian dari gelaran grand prix di periode 1995-1999.

Profil Sirkuit Termas de Rio Hondo Argentina

  • Panjang sirkuit: 4.8 km (2.99 miles).
  • Tikungan Kanan: 9.
  • Tikungan Kiri: 5.
  • Lebar Trek: 16 m.
  • Trek Lurus: 1076 m.
  • Pertama kali digunakan: 2014

Selama hampir 15 tahun lamanya sejak 1999, sirkuit yang terletak di provinsi Santiago del Estero ini kembali menjalin relasi bisnis bersama Dorna. Termas de Rio Hondo telah diperbaharui dan disesuaikan dengan persyaratan balap baik dikelas Moto3, Moto2, maupun MotoGP.

Beberapa pembaharuan tersebut diantaranya penambahan tikungan disisi kiri dan kanan lintasan. Sejak resmi digunakan pada musim 2014, trek ini memiliki 14 tikungan, lima di kiri dan sembilan di kanan.

Jumlah tikungan di lintasan sepanjang 4,8 km tersebut tentu memberikan tantangan tersendiri bagi para pembalap khususnya dalam melakukan pengereman dan akselerasi. Rider dengan braking point yang baik serta didukung oleh akselerasi motor yang stabil tentu mampu bertahan di atas lintasan negeri Tango ini.

Jumlah Lap Sirkuit Termas de Rio Hondo Argentina

Kelas Lap 2/3 Lap Total jarak
MotoGP 25 - 120.2 km
Moto2 23 15 110.5 km
Moto3 21 14 100.9 km

Selama tiga musim menjadi tempat para rider berpacu dan saling adu kecepatan, rekor-rekor terbaik di atas sirkuit Termas de Rio Hondo masih digenggam oleh Marc Marquez. Meski yamaha memiliki motor dengan akselerasi yang lebih baik dari honda, namun trek lurus sepanjang 1076 meter barangkali menjadi alasan kenapa rider honda cukup dimanjanakan di sirkuit ini.

Marc Marquez dua kali mengemas kemenangan dan tiga kali berturut-turut menjadi peraih pole position. Rekor fastest lap pun tak kunjung lepas dari rider Spanyol ini dengan waktu 1 menit 37.683 detik.

Selama dua musim terakhir dalam kalender MotoGP, Termas de Rio Hondo selalu menjadi bagian dari sirkuit pembuka setelah Qatar. Barangkali faktor penyesuaian menjadi alasan Dorna dalam menetapkan urutan tersebut. Sebab dari segi karakteristik trek ini tidak jauh berbeda dari sirkuit Losail International, Qatar.

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.