Sejenak Berekspektasi Pertarungan Sengit MotoGP 2017

0

Never Say Never” – Jangan pernah mengatakan sesuatu itu mustahil. Itulah jargon MotoGP 2017 yang terbentuk pasca berakhirnya pertarungan di musim 2016 ini. Ada banyak kejutan yang terjadi di dalam lintasan sejak seri pertama di Qatar hingga berakhir di Valencia.

Sembilan rider pernah merasakan manisnya podium pertama. Ini merupakan rekor, catatan paling apik sejak kelas MotoGP pertama kali di gelar pada tahun 1949. Barangkali ini adalah “buah keadilan”, sebuah hasil kerja keras yang dilakukan FIM dan pihak Dorna.

Sejak diterbitkannya peraturan baru dimana semua tim menggunakan sistem ECU yang seragam serta implementasi ban Michelin, ada banyak perubahan yang terjadi. Salah satunya adalah kesetaraan. Dan hasil dari semuanya adalah munculnya 9 rider berbeda di atas tribun kemenangan hanya dalam satu musim saja.

Lalu bagaimana dengan musim depan? Akankah muncul rider ke-10? Mungkin saja. Bisa iya, bisa juga tidak. Yang pasti, Never Say Never.

Kita mungkin bisa berekspektasi plot pertarungan musim depan dengan melihat hasil tes uji coba yang dilakukan di Valencia pada pekan lalu. Maverick Vinales memulai debutnya di atas YZR-M1 dengan sangat baik, sementara Lorenzo puas dengan power dan performa Desmosedicinya.

Senyum Lebar Lorenzo dan Kegirangan Vinales

Debut lorenzo bersama ducati menjadi topik yang hangat dibicarakan pasca sesi uji coba di Valencia. Kita bisa menyaksikan bagaimana senyumanya terbuka lebar ketika berada di garasi Ducati ketimbang musim lalu bersama Yamaha.

Meski gagal masuk tiga besar di hari kedua, namun kesan adaptif Jorge Lorenzo tak terbantahkan, Gigi Dall’igna bahkan tak mampu menyembunyikan kesan tersebut. Bagaimana dengan Vinales?

Sama gembiranya dengan Lorenzo. Saking gembiranya, Vinales tak sadar bahwa hanya dirinya yang mampu menembus catatan waktu 1m 29 detik dalam tesnya di hari kedua.

Rencana Besar Honda dan Tantangan Valentino Rossi

Marc Marquez punya alasan tersendiri untuk tampil baik di musim berikutnya. Dia punya kewajiban untuk mempertahankan gelar.

Meski honda memiliki kekurangan dalam akselerasi, namun mesinya punya kelebihan. Apalagi mulai musim depan pabrikan asal Jepang tersebut akan menggunakan mesin big bang sebagai upaya untuk mengatasi masalah akselerasi.

Di lain pihak, Valentino Rossi dihadapkan pada tantangan baru. Bersama rekannya di tim Movistar yamaha, The Doctor akan kembali berduel dengan pembalap muda.

Dengan demikian, empat rider papan atas akan berjuang habis-habisan dalam merebut gelar yang saat ini berada dalam genggaman pria kebangsaan Spanyol, Marc Marquez.

Mempertahankan gelar butuh kerja keras bagi seorang Baby Alien. Merebut gelar kesepuluh pun akan jadi pekerjaan paling sulit meski rider ini sudah menyandang gelar The Doctor. Bersama Ducati, X-Fuera ingin mencetak rekor baru. Sedangkan Top Gun punya mimpi besar untuk membukukan kampiun pertamanya bersama Yahama. Jadi, Never Say Never.

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.