Rossi Menyayangkan Cara Marquez Membalap Usai GP Valencia

0

Valentino Rossi menerima jika dirinya harus kehilangan gelar juara dunia MotoGP musim ini. Tetapi pembalap andalan pabrikan Yamaha tersebut merasa kecewa jika dirinya harus “dikalahkan” dengan provokasi dan konspirasi.

Usai balapan Grand Final MotoGP yang digelar di sirkuit Ricardo Tormo-Valencia, VR 46 melakukan jumpa pers dengan para fans, awak media dan tim Movistar Yamaha. Dalam jumpa pers tersebut Rossi kemudian menyampaikan betapa situasi di sirkuit benar-benar berubah dalam tiga seri terakhir, yaitu sejak memasuki sirkuit Philip Island Australia, Sepang, dan terakhir di Valencia.

Hal yang paling terlihat menurut Valentino Rossi adalah bagaimana keterlibatan Marc Marquez dalam membantu Lorenzo menjadi juara dunia MotoGP 2015.

Marquez memang terlihat “aneh” saat balapan di sirkuit Valencia pada Minggu 8 November kemarin. Pembalap Repsol tersebut hanya membayangi Lorenzo dari posisi dua tanpa sekalipun berusaha melakukan overtake. Padahal di sesi kualifikasi Ia mengaku akan berjuang maksimal untuk merebut kejuaraan di Valencia.

Bagi Rossi, fakta bahwa Marquez tidak melakukan overtake adalah bukti yang sangat jelas jika pembalap bernomor punggung 93 tersebut hanya ingin menyelesaikan “tugasnya” melindungi Lorenzo.

“Hari ini balapan di dalam sirkuit sedikit aneh dan menganggu. Di dua lap terakhir, kita bisa sama-sama menyaksikan bagaimana momentum yang buruk itu terjadi. Saya tidak kecewa jika harus kehilangan gelar juara, karena sampai dengan akhir balapan pada musim ini, saya telah mengeluarkan kartu terbaik dengan semua kemampuan yang saya miliki.” Papar Rossi di depan media pers dan fans nya.

“Saya telah siap jika harus kehilangan gelar juara dari Lorenzo, tapi tidak dengan cara yang seperti ini. Marquez hanya terlihat membuntuti Lorenzo seakan menjadi pengawal pribadi. Namun ketika Pedrosa berusaha mengambil posisi dua, Marquez tiba-tiba agresif dan kembali mengamankan posisi dua”.

Itulah pemaparan dari Valentino Rossi terkait kekecewaannya terhadap pembalap Repsol yang sebenarnya potensial untuk mengalahkan Lorenzo.

Rossi kemudian menutup statementnya dengan mempertanyakan, “Bagaimana mungkin tim pabrikan Honda membiarkan salah satu ridernya membantu rider Yamaha menjadi juara?” Pungkas Rossi mengakhiri jumpa pers sebagaimana dilansir dari¬†MotoGP Crash.

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.