Regulasi MotoGP 2018, Wearpack Pembalap Wajib Terpasang Air Bag

0

Pasca kejadian tragis meninggalnya pembalap kelas Moto2 yakni Luis Salom pada musim lalu, semakin mengingatkan kita akan betapa bahayanya kompetisi ajang balap roda dua saat ini.

Luis Salom yang merupakan salah satu pembalap berbakat tersebut harus tewas setelah tergelincir dengan kencang dan menabrak pembatas lintasan. Baju balap yang telah ia gunakan juga tidak kuasa untuk menahan goncangan terhadap kejadian tersebut.

Belajar dari tragedi tersebut, para perusahaan pembuat baju balap atau wearpack mulai berlomba-lomba untuk merancangnya secanggih mungkin, tidak hanya menggunakan kulit kangguru berkualitas saja namun ada tambahan lainnya berupa mencangkokkan teknologi air bag kedalam ‘baju zirah’ setiap pembalap MotoGP. Sejauh ini hanya dua perusahaan yakni Dainese dan Alpinestar yang sudah menggunakan teknologi tersebut untuk kemanan pembalap.

Dainese sendiri diwakili oleh Valentino Rossi, Andrea Iannone, dan Pol Espargaro, sementara rivalnya yakni Alpinestar banyak dipercaya oleh nama-nama rider mentereng seperti Marc Marquez, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, Cal Crutchlow, Aleix Espargaro, dan Maverick Vinales.

Persaingan dua perusahaan besar dalam urusan baju balap rider MotoGP tersebut juga senada dengan aturan dari pihak Dorna Sports, yang isinya adalah bahwa di tahun 2018 mendatang seluruh baju balap pembalap di ajang Grand Prix MotoGP wajib terpasang teknologi air bag.

“Kami telah mencapai kata sepakat dengan pihak Alpinestar dan Dainese bahwa baju balap yang mereka tawarkan untuk para pembalap MotoGP sudah menggunakan sistem air bag. Setelah perjanjian ini berjalan dengan lancar, kami juga akan mencobanya pada kompetisi lainnya seperti Superbike.” papar CEO Dorna Sports Carmelo Ezpelata seperti diberitakan oleh speedweek.

About Author

Selain saat ini aktif menulis di GoMotoGP, juga menyalurkan hobi menulis melalui personal blog.