Baca Webtoon Dedes Episode 92 Petualangan Mahasiswi yang Terlempar ke Masa Lalu dan Menjadi Ibu Para Raja di Tanah Jawa

Baca Webtoon Dedes Episode 92 Petualangan Mahasiswi yang Terlempar ke Masa Lalu dan Menjadi Ibu Para Raja di Tanah Jawa

Dedes-Instagram-

Baca Webtoon Dedes Episode 92 Petualangan Mahasiswi yang Terlempar ke Masa Lalu dan Menjadi Ibu Para Raja di Tanah Jawa

Bayangkan sedang asyik mengerjakan tugas akhir kuliah, lalu tiba-tiba terlempar ke masa lalu—lebih dari 800 tahun ke belakang—dan bangun di tubuh seorang tokoh legendaris yang dikenal sebagai ibu dari para raja di Nusantara. Itulah premis menarik dari Dedes, sebuah webtoon populer yang menggabungkan sejarah, fantasi, dan petualangan waktu dalam satu alur cerita yang memikat. Karya ini bukan sekadar cerita fiksi biasa, melainkan sebuah narasi yang mengajak pembaca merenungkan makna sejarah, takdir, dan peran perempuan dalam membentuk peradaban.



Mahasiswi yang Terlempar ke Abad ke-13
Cerita Dedes berpusat pada Mita, seorang mahasiswi jurusan Sejarah yang sedang menggarap skripsi tentang Kerajaan Singasari. Dalam upayanya mencari sumber primer dan memahami konteks sosial-politik masa itu, Mita menemukan sebuah artefak kuno yang membawanya ke dalam perjalanan luar biasa. Saat sedang mempelajari naskah kuno di perpustakaan, ia tiba-tiba pingsan dan terbangun di tubuh Ken Dedes—perempuan misterius yang disebut-sebut sebagai pendiri dinasti kerajaan besar di Jawa Timur pada abad ke-13.

Alih-alih terjebak dalam dunia fantasi yang tidak masuk akal, Mita justru harus beradaptasi dengan realitas sejarah yang jauh lebih kompleks daripada yang ia pelajari di bangku kuliah. Di masa itu, ia menyadari bahwa sejarah yang selama ini ia percaya—yang tertulis dalam buku-buku akademik—hanyalah versi yang telah dikemas ulang oleh penguasa dan sejarawan masa kini. Fakta-fakta penting telah terdistorsi, dan nama Ken Dedes sendiri nyaris terhapus dari ingatan kolektif.

Ken Dedes: Lebih dari Sekadar Legenda
Ken Dedes bukan sekadar nama dalam catatan sejarah kuno. Dalam Dedes, tokoh ini digambarkan sebagai perempuan yang cerdas, anggun, namun terbelenggu oleh takdir yang kejam. Ia adalah putri dari Tunggul Ametung, kepala desa di Panarukan, yang kemudian menjadi istri Ken Arok—pendiri Kerajaan Singasari. Namun, di balik kemegahan kerajaan, tersembunyi kisah pilu tentang pengkhianatan, kekuasaan, dan impian yang terputus.


Yang mengejutkan Mita adalah bahwa Ken Dedes ternyata masih "hidup" dalam bentuk kesadaran spiritual. Jiwa Ken Dedes tidak sepenuhnya pergi; ia memilih untuk tetap tinggal, menunggu seseorang yang bisa mewujudkan cita-citanya yang tak sempat tercapai: menciptakan tatanan masyarakat yang adil, damai, dan menghargai hak-hak perempuan. Dan Mita, dengan latar belakang pendidikan modern dan pemikiran kritis, dipilih sebagai wadah untuk mewujudkan mimpi tersebut.

Perjalanan Ganda: Antara Sejarah dan Mimpi
Dalam tubuh Ken Dedes, Mita harus menjalani dua peran sekaligus. Di satu sisi, ia harus bertahan hidup di lingkungan kerajaan yang penuh intrik dan bahaya. Di sisi lain, ia harus menyelaraskan pikirannya yang modern dengan realitas sosial abad ke-13 yang konservatif dan patriarkal. Setiap keputusan yang diambil Mita berisiko mengubah alur sejarah—dan mungkin menghancurkan masa depan yang ia tinggalkan.

Namun, bukan tanpa bantuan. Ken Dedes memberinya petunjuk-petunjuk melalui mimpi dan bisikan-bisikan gaib. Ia juga mulai membangun aliansi dengan tokoh-tokoh penting seperti Ranggalawe, seorang pejuang setia, dan Nyai Gede Pinatih, perempuan bijak yang memahami dinamika politik istana. Melalui mereka, Mita belajar bahwa kekuatan tidak selalu datang dari pedang, tetapi juga dari kebijaksanaan, diplomasi, dan keteguhan hati.

Menggugat Narasi Sejarah yang Tunggal
Salah satu kekuatan utama Dedes adalah kemampuannya menggugat narasi sejarah yang selama ini dianggap sakral. Webtoon ini mengajukan pertanyaan besar: siapa yang menulis sejarah? Dan mengapa tokoh-tokoh perempuan seperti Ken Dedes sering kali hanya muncul sebagai pelengkap narasi kejayaan laki-laki?

Melalui sudut pandang Mita, pembaca diajak untuk melihat sejarah dari perspektif baru—sebuah sejarah yang inklusif, yang memberi ruang bagi suara-suara yang selama ini terpinggirkan. Dedes tidak hanya menceritakan kisah cinta, politik, atau pertarungan kekuasaan, tetapi juga menyoroti perjuangan perempuan dalam membentuk peradaban.

Visual yang Memukau, Cerita yang Mendalam
Tidak hanya kuat dari segi narasi, Dedes juga memukau secara visual. Ilustrasi webtoon ini menggabungkan estetika tradisional Jawa dengan gaya modern, menciptakan atmosfer yang autentik namun tetap mudah dicerna oleh generasi muda. Detail kostum, arsitektur keraton, hingga lanskap pedesaan Jawa Timur digambarkan dengan sangat apik, menunjukkan riset yang mendalam dari tim kreatif di balik layar.

TAG:
Sumber:

im

Berita Lainnya