Pedrosa Merasa Dirinya Butuh Motor Yang Stabil Demi Tampil Prima di Musim 2017

0

Rasa–rasanya tepat jika menyebut musim 2016 adalah musim terburuk dalam karir pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. Setelah hanya meraih satu kemenangan di Gp Misano dan dua kali podium, performa pembalap Spanyol tersebut juga terhalang oleh cidera yang ia dapat di sirkuit Motegi, Jepang.

Hasil tersebut membuat Pedrosa harus puas menutup musim tersebut dengan duduk di posisi keenam setelah mengemas 155 poin, dan sekaligus menjadikannya sebagai raihan terburuk semenjak mentas di kelas MotoGP pada musim 2006.

The Little Spaniard, julukan Pedrosa, berjanji untuk membalikkan keadaan di musim depan dan berharap para mekaniknya mampu memberikan dukungan berupa kriteria motor yang ideal bagi dirinya.

“Saya lebih menyukai sepeda motor yang stabil atau setidaknya mendekati kata stabil. Hal tersebut berkaitan dengan gaya balap saya, dimana saya lebih sering berkutat pada garis yang sama pada setiap tikungan. Dan saya selalu konsisten akan hal tersebut.” ungkap Pedrosa dilansir dari media Crash.

“Anda telah melihat bahwa saya adalah pembalap dengan berat badan paling ringan diantara semua pembalap, jadi saya butuh motor dengan suspensi yang lembut pada bagian depan motor.”

Meski berhasil menjadi pemenang kedelapan dalam musim lalu, pembalap berusia 31 tahun tersebut belum pernah sekalipun mencicipi gelar juara dunia. Nama besarnya selalu tenggelam oleh rekan satu timnya sendiri seperti Nicky Hayden, Casey Stoner, serta Marc Marquez yang masing–masing telah meraih gelar juara dunia.

About Author

Selain saat ini aktif menulis di Gomotogp.id, juga menyalurkan hobi menulis melalui personal blog.