Paruh Musim Pertama Dalam Drama, Kejutan Hingga “Reshuffle” Line Up

0

Berakhirnya paruh musim pertama MotoGP 2016 menyisakan banyak memori yang penuh drama dan insiden. Mulai dari “ulah nakal” motor Desmosedici milik Iannone yang terbilang sukses mendepak Dovi dan Lorenzo di dua sirkuit yang berbeda sampai dengan jabat tangan Rossi-Marquez yang menandai berakhirnya konflik berkepanjangan di dalam dan luar sirkuit.

Gugurnya pembalap Moto2, Luis Salom pun turut menjadi kenangan paling mengharukan selama paruh musim pertama dan akan terus dikenang hingga fase MotoGP 2016 ini usai. Namanya akan diingat sebagai pembalap yang mendedikasikan hidup dan mati di atas sirkuit-Selamanya.

Lalu drama apa saja yang sukses dipentaskan di sembilan sirkuit berbeda selama paruh musim 2016 ini?

Pertarungan Sengit 3 Pembalap Papan Atas

Berakhirnya paruh musim pertama menjadi alasan bagi pembalap repsol honda, Marc Marquez untuk tetap optimis dalam mengeksekusi sembilan sirkuit lagi. Pasalnya selama paruh musim pertama ini Marquez sukes meraih tiga kali kemenangan dan delapan kali naik podium dalam sembilan race.

Pencapaian yang kini membuatnya kokoh di puncak klasemen dengan total poin 170, unggul 48 poin dari juara bertahan Jorge Lorenzo dan 59 poin dari Valentino Rossi.

Keterpautan poin yang cukup jauh ini tentu akan menyulitkan kedua rider movistar yamaha tersebut dalam membendung dominasi Marquez. Apalagi The Baby Alien seakan telah berlajar dari kesalahan musim lalu yang membuatnya membalap dengan penuh perhitungan.

Keberlanjutan pertarungan ketiga rider papan atas ini tentu akan tetap menjadi sorotan hingga balapan musim ini usai. Paruh musim pertama hanyalah setengah jalan. Marquez memiliki peluang. Namun Rossi dan lorenzo pun memiliki harapan-keduanya tidak mungkin “lempar handuk” di tengah jalan, kan?!

Gebrakan Tim Satelit

Terlepas dari persaingan sengit dalam perebutan juara tadi, setengah perjalanan musim ini diwarnai dengan era kebangkitan “kecil-kecilan” tim satelit. Sebut saja kesuksesan Jack Miller (tim Marc VDS) bertahan hingga meraih kemenangan di tengah cuaca buruk yang melanda sirkuit Assen waktu itu. Miller tampil begitu ciamik di atas trek yang mengutuk eksistensi Lorenzo tersebut.

Tiga pekan setelah itu, tepatnya di sirkuit Sachsenring, Jerman giliran Cal Crutchlow yang mendulang pujian. Crutchlow sukses meraih runner up dalam balapan flag-to-flag yang bahkan membuat pembalap sekelas Rossi kewalahan dan salah membuat perhitungan.

Perubahan Line Up Besar-besaran

Acara pinang meminang, “reshuffle”, perubahan line up, atau apapun namanya menjadi warna tersendiri dalam paruh musim pertama MotoGP 2016. Ketika Lorenzo dengan tangan terbuka menerima pinangan Ducati, Yamaha pun tak mau ketinggalan “menggoda” Maverick Vinales yang menyebabkan Suzuki kehilangan pembalap belia Spanyol tersebut.

Pasca kehilangan Vinales, Suzuki sudah merampungkan line up nya musim depan dengan menduetkan Iannone dan Alex Rins.

Disisi lain repsol honda masih sangat nyaman dengan dua pembalap Spanyol mereka, Marc Marquez dan Dani Pedrosa. Keduanya pun akan tetap di duetkan hingga musim 2018 mendatang.

Masih soal line up musim depan, 11 tim yang saat ini sedang berkompetisi akan kedatangan kawan lama, yaitu pabrikan KTM.  Pabrikan asal Austria tersebut bahkan langsung membajak dua pembalap Yamaha Tech3, Bradley Smith dan Pol Espargaro sebagai rider yang akan mengisi line up mereka di musim mendatang.

Itulah drama penuh kejutan yang mewarnai paruh musim pertama. Secara hitung-hitungan poin memang sangat sulit mengejar Marc Marquez. Hanya kesialan yang mampu membungkam poin tersebut. Tapi sialnya justru pembalap movistar yamaha yang banyak sialnya di paruh musim pertama ini.

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.