Musim 2017, Sirkuit Argentina Menjadi Neraka Bagi Marquez Bersaudara

0

Race putaran kedua yang telah diselenggarakan pada pekan lalu di sirkuit Termas de Rio Hondo, Argentina menjadi sebuah neraka bagi Marquez bersaudara. Di kelas Moto2, Alex Marquez yang memulai start di posisi ketiga mampu tampil apik sepanjang perlombaan di sirkuit negara tempat lahirnya legenda sepakbola, Diego Maradona.

Bersaing ketat dengan rekan satu timnya sendiri yakni Franco Morbidelli, Alex Marquez yang berada di posisi kedua nyaris saja membawa pulang 20 angka dan podium perdananya jika saja tidak mengalami kecelakaan. Highside crash menjadi biang keladi kegagalan rider tersebut untuk menyentuh garis finish yang tinggal beberapa meter saja.

Alex Marquez pun masih sanggup berdiri dan berlari untuk kembali menaiki motornya yang masih bisa digunakan untuk meneruskan balapan. Namun kondisi motor yang rusak parah pada bagian depan, ia hanya mampu finish diurutan ke-21.

Alex Marquez

Sementara itu berlanjut di kelas utama MotoGP, Marc Marquez yang menjadi pembalap tercepat pada sesi kualifikasi terlihat impresif semenjak lampu hijau dinyalakan. Bahkan pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut sanggup memberikan gap hingga 1 detik lebih pada lap ketiga dengan pembalap di belakangnya.

Namun lagi-lagi memang dewi fortuna enggan untuk menaungi Marquez bersaudara. Pada putaran selanjutnya, sang juara bertahan musim lalu itupun harus mencium aspal tikungan kedua akibat mengerem terlalu keras hingga mengakibatkan roda depannya terkunci. Praktis rider andalan tim Repsol Honda tersebut gagal mendulang poin penuh untuk kali ini.

Dua bersaudara kelahiran di kota Cervera tersebut pulang tanpa membawa poin pada balapan seri kedua musim ini. Hampir mirip dengan apa yang terjadi pada keduanya di race Grand Prix Le Mans musim lalu. Namun bedanya Marc Marquez masih sanggup melanjutkan perlombaan dan meraih 3 angka di posisi ke-13.

Keduanya pun kembali dihadapkan pada kenyataan untuk mengatasi berbagai tekanan pada perlombaan selanjutnya di sirkuit Texas Austin. Sama-sama saling mengemban tugas untuk meraih podium pertama, namun keduanya memiliki modal yang berbeda dimana sang kakak lebih superior dengan 4 kemenangan beruntunnya, sementara bagi sang adik di musim lalu hanya mampu finish di urutan ke-11.

About Author

Selain saat ini aktif menulis di Gomotogp.id, juga menyalurkan hobi menulis melalui personal blog.