Musim 2016 Adalah Musim Tersulit Bagi Marc Marquez

0

Dalam hal prestasi jagoan Honda Marc Marquez bisa dibilang cocok sebagai pengganti Valentino Rossi di masa depan. Pembalap yang memiliki ciri khas gaya balap menggantung tersebut berhasil memborong tiga gelar juara dunia dalam 4 musim berkarirnya. Suatu hal yang menakjubkan karena ia melakukannya di saat usianya masih tergolong sangat muda.

Di musim 2016 Marquez mampu tampil lebih dewasa. Strategi serta keputusan–keputusan tepat kerap diciptakan oleh tim Honda dalam ajang balap kali ini. Walaupun hanya meraih lima podium pertama saja, Marc Marquez berhasil merebut gelar juara dunia dari tangan rekan senegaranya Jorge Lorenzo.

Gelar ketiganya di musim 2016 diakui oleh pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut sangatlah tidak mudah untuk didapatkan. Pasalnya selain harus bersaing dengan para rival seperti Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo, Marquez juga dihadapkan pada masalah yang muncul pada RC213V miliknya. Penyeragaman ECU serta pergantian ban dari Bridgestone ke Michelin membuat pembalap Honda tersebut harus merubah gaya balapnya.

Menilik statistik musim lalu, jumlah kemenangan pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut sama dengan apa yang ia lakukan di musim 2015. Perbedaannya terletak pada jumlah crash yang diterima olehnya. Musim lalu satu–satunya crash yang ditorehkan oleh Marc Marquez saat perebutan poin hanya terjadi pada seri MotoGP Le Mans saja.

“Saya merasa tersanjung banyak pihak yang telah memberikan pujian kepadaku. Banyak yang menyandingkanku dengan para legenda karena hasil yang telah aku raih dengan tiga kali gelar juara dunia di usia muda. Bagaimana pun juga aku tidak pernah memikirkan hal–hal seperti itu, karena yang terpenting sekarang adalah tetap menjaga mental dan terus mendorong motor 100%. Aku senang telah menyudahi musim menyulitkan itu.” papar Marquez seperti diwartakan oleh speedweek.

About Author

Tertarik dan menekuni dunia web sejak 6 tahun lalu, selain menulis ia bertanggung jawab penuh dengan teknis website Gomotogp.id.