Pertarungan Dua Manufaktur dengan Karakter Motor Paling Kontras

0

Kondisi lintasan yang lembab, ketidakpastian, penundaan race, dan bahkan pengurangan lap dari balapan normal turut melengkapi drama diseri pembuka MotoGP Qatar 2017. Saat balapan berlangsung pun kita disuguhkan duel memukau antara dua manufaktur dengan karakter motor paling kontras, Yamaha VS Ducati.

Di atas motor YZR-M1 nya Maverick Vinales menunjukkan bahwa konsistensi motor yang begitu halus saat memasuki tikungan dipadu dengan breaking point yang tepat cukup ampuh untuk membuat motor sekelas Desmosedici kewalahan.

Di akhir race kita sama-sama menyaksikan bagaimana duel head to head terjadi antara Vinales melawan Dovizioso. Layout sirkuit Qatar sama-sama memberikan keuntungan bagi kedua rider dengan latarbelakang manufaktur yang berbeda.

Beberapa area disertai tikungan tajam yang tentunya menguntungkan bagi Vinales dengan karakter motor M1. Disisi lain terdapat trek lurus dengan panjang 1068 meter yang memberikan kekuatan bagi Dovizioso sebagai penunggang kuda besi Ducati.

Andrea Dovizioso memimpin balapan pasca jatuhnya pembalap Perancis, Johann Zarco. Saat pembalap Ducati tersebut memimpin, Andrea Iannone yang menempati posisi dua mengalami nasib yang sama dengan Zarco. Perebutan posisi dua pun terjadi antara Marc Marquez dan Vinales.

The Top-Gun kemudian berhasil mengovertake Baby Alien dan mulai perlahan mengkudeta posisi Andrea Dovizioso. Tidak  mudah bagi Vinales untuk menyalip Dovizioso, sebab gap antara keduanya cukup jauh.

Keduanya pun terlibat aksi saling overtake enam lap sebelum balapan usai. Vinales mengambil alih balapan, Dovizioso pun pantang menyerah dan melakukan aksi overtake balik terutama saat memasuki trek lurus.

Tepat dua lap sebelum balapan usai, Maverick Vinales mampu menjauh 0,6 detik dari rider Ducati tersebut, dan saat itulah Dovizioso tak mampu mengejar bahkan saat memasuki lintasan lurus yang merupakan titik krusial rider Ducati.

Pertanyaannya kemudian adalah apa yang membuat Vinales mampu mendekati Dovizioso, padahal sebelumnya Ia tertinggal hampir satu detik lebih?

Pemilihan kombinasi ban menjadi jawaban atas performa pembalap yamaha tersebut. Pasalnya Vinales menggunakan ban bertipe medium sedangkan Andrea Dovizioso melengkapi paket Desmosedicinya dengan ban bertipe soft.

Karena ban dengan tipe soft mempunyai komposisi yang lebih lunak dari ban medium, maka ban tersebut akan mudah serta cepat habis bila dibandingkan dengan ban medium. Disinilah Maverick Vinales diuntungkan. Grip pada motornya masih stabil tatkala Andrea Dovizioso kewalahan dan mulai kehabisan grip.

Di lap terakhir Vinales membuat jarak, dan keunggulannya tak terbantahkan sampai menginjak garis finis. Dovizioso menjadi runner up, sementara Valentino Rossi menginjak podium ketiga. Well deserved tentunya bagi Vinales, dan terkadang hal teknis semacam pemilihan ban pun menjadi penentu paling krusial untuk mendulang kemenangan.

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.