Menang Gelar Namun Gagal Finish di Australia, Ada Apa dengan Marquez?

0

Di atas kertas Marc Marquez memiliki peluang besar untuk menjuarai seri ke-16 MotoGP Australia yang baru saja di gelar di sirkuit Phillip Island. Apalagi pembalap yang sudah dikukuhkan sebagai juara dunia tersebut tampil baik di sesi kualifikasi dengan merebut pole position.

Untuk mempertahankan garis depan, Marquez menggunakan ban depan bertipe medium. Mengingat layout Phillip Island disertai kondisi lintasan yang kering tentu ban depan rider honda tersebut harus disesuaikan untuk menghasilkan akselerasi yang baik.

Di awal race, the baby alien langsung mendominasi balapan. Lima lap pertama, Marquez memacu motornya dengan sangat kencang hingga menciptakan jarak yang cukup signifikan dengan pesaing terdekatnya, Cal Crutchlow.

Namun dominasi Marquez lenyap bersamaan dengan jatuhnya motor rider Spanyol tersebut saat memasuki tikungan 4 di lap ke-10. Peluang untuk meraih tribun kemenangan dan menambah koleksi poin pun kandas.

Sang juara dunia terhempas keluar lintasan, berakhir dengan status DNF dan balapan pun dipimpin Cal Crutchlow hingga mencapai garis finish. Lalu apa yang terjadi dengan Marquez di atas lintasan kala itu? Lebih tepatnya, apa yang Dia pikirkan?

Pemilik nomor 93 itu ternyata sangat ambisius untuk menciptakan jarak yang lebih lebar lagi dengan rider dibelakangnya. Ini sebuah kesalahan. Marquez ingin mengakhiri balapan dengan jeda waktu yang sangat jauh. Pada akhirnya balapan mengakhiri dirinya disaat garis finish masih sangat jauh.

Menanggapi status DNFnya tersebut, Marquez meminta maaf khususnya kepada tim. Bahwa kali ini, murni karena kesalahan dirinya. Bukan karena masalah trek, michelin, ataupun akselerasi motor. “Saya terlalu memaksakan diri hingga terlambat melakukan momentum pengereman ditikungan tersebut”, ucap Marquez penuh penyesalan.

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.