Mampukah Tiga Rider Ini Mencetak Hattrick di Austin?

0

Ada hal menarik dalam perlombaan grand prix musim ini. Baik di arena Moto2 maupun MotoGP, kita disuguhkan penampilan sekaligus dominasi mutlak dari rider yang selama dua seri pembuka menguasai jalannya balapan dan mengakhirinya di podium pertama.

Di kelas MotoGP, rider anyar Yamaha Maverick Vinales membukukan sejarah penting dalam perjalanan karirnya dengan meraih dua kemenangan beruntun. Begitupun di kelas Moto2, nama Franco Morbidelli jelas mengundang perhatian usai mengklaim kemenangan yang sama dengan Vinales.

Keunikan ajang grand prix 2017 tak hanya berhenti disitu saja. Di kelas Moto3 bahkan terjadi fenomena yang sama. Dalam dua seri pertama yang digelar di Qatar dan Argentina, Joan Mir sukses menduduki podium kemenangan di dua sirkuit tersebut.

Pertanyaan nya apakah ketiga rider tersebut sanggup melanjutkan tren kemenangan mereka akhir pekan ini. Seri ketiga yang akan digelar di sirkuit Austin Amerika akan menjadi saksi atas keberlanjutan dominasi mereka atau sebaliknya, akan menjadi awal atas munculnya pemenang yang lain.

Mari kita mulai dari pembalap Moto3 yang baru satu musim berlaga di kelas 125cc tersebut. Joan Mir, pembalap Spanyol yang kini membela tim Leopard Racing dengan mesin honda.

Ketika pertama kali meraih kemenangan di Qatar, berbagai pihak mungkin akan berkomentar biasa saja. Siapapun bisa meraih kemenangan di laga pembuka. Namun saat Mir mencetak podium satu di Argentina, hal menarik jelas muncul.

Pasalnya Dia memulai balapan dari grid ke-16. Butuh kesabaran dan ketenangan tentunya untuk bisa masuk dan bersaing di barisan depan, bahkan menuntaskannya dengan podium kemenangan.

Jika melihat statistik musim lalu, debut perdana Joan Mir tidak mengecewakan. Ia berhasil mengakhiri musim di posisi lima dengan koleksi poin 144.

Namun dibalik kesuksesannya tersebut, Mir meninggalkan raport merah dalam ajang balap di seri Austin musim lalu. Sangat disayangkan, pembalap muda tersebut harus pasrah dengan status DNF nya di sirkuit Amerika itu. Joan Mir sepertinya akan bertarung melawan sejarah. Apakah Ia akan jatuh di lubang yang sama, atau sebaliknya pembalap berdarah Spanyol itu sanggup melanjutkan tren positifnya untuk kembali merebut kemenangan yang ketiga.

Bagaimana dengan Franco Morbidelli? Jika melihat statistik musim lalu, sepertinya akan sulit bagi rider Marc VDS  tersebut meraih kemenangannya yang ketiga sebab musim lalu Ia hanya finish di posisi 14.

Akan tetapi, barisan depan saat itu berada dalam penguasaan tiga rider yang kini tengah berkarir di MotoGP. Ya, pasca pindahnya Rins, Zarco dan Sam Lowes, bukan tidak mungkin bagi Morbidelli untuk memperbaiki catatan karirnya di Austin.

Jika melihat komposisi persaingan di atas lintasan, rival terdekat Morbidelli saat ini adalah Thomas Luthi yang hanya terpaut 14 poin darinya di klasemen Moto2. Untuk membuktikan dominasinya, sepertinya Morbidelli akan melakukan hal yang sama seperti di Qatar dan Argentina.

Sementara itu, untuk kelas MotoGP, barangkali akan sulit untuk berspekulasi. Dominasi Maverick Vinales memang sangat luar biasa dalam dua seri sebelumnya bahkan sejak sesi tes pramusim.

But, this is Austin. Dan kita semua tahu dalam tiga tahun terakhir siapa jawara disana. Dominasi Marc Marquez akan sulit dipatahkan di tanah Texas tersebut. Apalagi selama dua seri pembuka, rider repsol itu kehilangan banyak poin dan kemungkinan besar Ia akan menjadikan Austin sebai tempat untuk melakukan lompatan demi mempertahankan gelar.

Rivalitas antara Marquez dan Vinales akan berlanjut disana. Kita mungkin sudah tak sabar menyaksikan duel head to head antara dua pembalap tersebut. Semoga di Austin lah hal itu akan terwujud.

Untuk kemenangan dan rekor hattrick, penulis hanya bisa mengatakan kemungkinan 50% bagi Vinales untuk menduduki podium pertama. Begitu banyak faktor dalam balapan, bukan hanya soal rival tetapi faktor keberuntungan dan kesialan. Sepertinya cukup adil memberikan peluang 50% bagi Maverick Vinales untuk menang di markas besar The Baby Alien!.

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.