Ketika Dovi Dan Iannone Berebut Line Up Ducati Musim Depan

0

Pabrikan Ducati telah memutuskan untuk mengganti line up musim depan. Saat Jorge Lorenzo menandatangani kontrak bersama Ducati untuk dua musim kedepan, semakin memperjelas bahwa akan ada salah satu dari Iannone ataupun Dovizioso yang akan tersingkir.

Persaingan keduanya pun seakan memanas meski tak terlalu nampak. Keduanya sangat berambisi untuk tetap mendapat perpanjangan kontrak dari ducati. Meski ducati belum menentukan pilihan siapa yang akan menemani Lorenzo, namun hasil yang dicapai dua pembalap Italia tersebut akan sangat menentukan.

Sampai saat ini, Iannone maupun Dovi telah menyumbangkan satu podium untuk ducati. Akan tetapi beberapa kesalahan yang terjadi di lima seri balapan perdana justru semakin memperburuk keadaan.

Andrea Iannone tiga kali terjatuh dan gagal menuntaskan balapan. Berawal dari seri balapan di Qatar beberapa waktu lalu, dimana Iannone yang saat itu sedang memperebutkan posisi runner up dengan Dovi harus tergelincir dan gagal finish. Akhirnya posisi runner up jadi milik Dovi.

Putaran kedua di Argentina juga menjadi hari-hari yang sangat memberatkan bagi Iannone. Ia bersama Dovi memiliki kesempatan untuk naik podium dan memberikan tambahan poin maksimal buat ducati. Namun kecerobohan Iannone berujung pada kemalangan. Keduanya gagal sebab Ia menabrak Dovi di tikungan terakhir.

Iannone terus mendapat tekanan, sedangkan Dovi seakan menerima nasib kurang menguntungkan. Di putaran ketiga yang berlangsung di Amerika, Iannone sedikit mampu memperbaiki situasi dengan meraih podium tiga. Sebaliknya, Dovizioso lagi-lagi gagal merampungkan balapan akibat ditabrak Dani Pedrosa. Benar-benar apes!!

Nasib sial Andrea Dovizioso tak berhenti disana. Pada putaran keempat yang berlangsung di Jerez, pembalap dengan nomor 04 tersebut tetap gagal mencapai garis finish karena masalah pada motornya. Bagian belakang motor GP-16 milik Dovi berasap dan Ia pun memutuskan untuk menghentikan race karena motor yang tidak mendukung.

Nasib apes Dovi kembali berlanjut, namun kali ini Ia tak sendirian. Sebab banyak rider yang terjatuh di sirkuit Le Mans pekan lalu, termasuk Iannone. Sirkuit Le Mans yang cukup sakral itu menjadi semacam peringatan penting bagi Dovi dan Iannone.

Fakta-fakta tersebut haruslah menjadi koreksi penuh bagi keduanya. Keberuntungan dan ketidakberuntungan adalah mungkin dalam balapan MotoGP. Selama lima seri yang telah berlanjut, Iannone sudah tiga kali terjatuh bahkan Dovi sendiri baru sekali merasakan indahnya mencapai garis finish.

Apa yang salah? Masih kurangkah pengaruh Stoner yang menjadi test rider Ducati? Ataukah ini pengaruh iklim persaingan terselubung antara keduanya dalam memperebutkan line up musim depan? Hanya Dovi dan Iannone yang tahu jawaban pastinya.

 

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.