Jonathan Rea Tampik Kabar Perekrutan Dirinya Oleh Tim Suzuki di Musim 2018

0

Kesulitan yang dialami dua pembalap tim Suzuki yaitu Andrea Iannone dan Alex Rins saat menggeber GSX-RR membuat mereka gagal memenuhi ekspektasi dari banyak pihak. Usai ditinggal pergi oleh Maverick Vinales, pabrikan Suzuki bagaikan kehilangan taringnya di musim ini.

Berbagai macam spekulasi pun mulai bermunculan, salah satunya menyasar ke pembalap WSBK Jonathan Rea. Rumor menyebutkan bahwa pabrikan Hamamatsu tersebut berminat menggunakan jasa Rea di musim 2018 mendatang. Apalagi ia pernah menggantikan dua kali peran Casey Stoner di tahun 2012 silam di balapan seri Misano dan Aragon.

Hasilnya pun mengejutkan. Tanpa banyak persiapan, mantan pembalap Honda tersebut berhasil finish di posisi kedelapan di Misano. Raihan positifnya pun berlanjut kala mentas di Aragon dengan melibas garis finish di urutan ketujuh.

Namun kabar panas itupun lantas ditampik oleh sosok juara dunia Superbike musim 2015-2016. Dilansir dari Speedweek, menurutnya berita tersebut hanya akal-akalan saja dari suatu pihak yang memanfaatkan kondisi tim Suzuki.

“Saya tidak tahu siapa orang yang memiliki imajinasi begitu tinggi seperti itu. Banyak berita memberitakan keadaan saya di musim depan dan itu hanyalah sensasi belaka. Iannone tengah menghadapi musim buruknya di Suzuki dan saya tidak tahu mengapa ikut terlibat didalamnya. Menurut saya berita itu hanya akan bersifat sementara.” ucap Jonathan Rea.

Rea pun menjelaskan bahwa dirinya sudah terlalu tua untuk berkompetisi di MotoGP. Terlebih ia sudah memperpanjang kontrak yang mana baru akan berakhir pada musim 2018. Pembalap berusia 31 tahun itupun juga menambahkan bahwa dirinya sudah cukup bahagia dengan keadaannya yang sekarang.

“Masa depan saya adalah Kawasaki dan saya tidak pernah berpikir untuk melanggar kontrak tersebut. Selama Kawasaki tidak mengubah rencana tersebut maka saya akan bertahan di Superbike. Selain itu tidak ada satu pun orang di Suzuki yang mengontak saya jadi itu hanya cerita bohong saja.”

“Saya senang dengan kompetisi ini, tahun depan akan ada aturan baru yang tentunya memberikan tantangan. Di Superbike tekanannya berbeda dengan MotoGP, hanya ada 13 event balap saja. Begitu juga dengan media-media disini yang ramah dengan saya. Ini sudah seperti keluarga sendiri.” pungkasnya.

About Author

Selain di menulis Gomotogp.id juga bekerja disalah satu perusahaan swasta.