Ini Senjata Rahasia Valentino Rossi Mampu Tampil Kompetitif di MotoGP Aragon

0

Belum genap satu bulan usai cidera patah tulang kaki kanan, Valentino Rossi berhasil mencuri perhatian banyak pihak kala berpartisipasi pada balapan ronde ke-14 MotoGP Aragon beberapa hari yang lalu. Jagoan tim Yamaha tersebut hanya butuh waktu 23 hari saja untuk kembali diatas YZR-M1 dan sukses menuntaskan balapan di posisi kelima.

Tentu beberapa diantara kita bertanya-tanya bagaimana mungkin seorang pembalap yang tengah cidera bisa tampil kompetitif, bahkan sebelumnya mampu menyabet posisi start ketiga saat sesi kualifikasi. Seharusnya dengan kondisi kaki kanan yang kurang maksimal, Rossi dinilai banyak pihak akan kesulitan untuk menikung ke arah kanan dan tercecer saat race.

Namun fakta berkata lain, The Doctor mampu tampil ganas semenjak awal lomba dan sempat bertahan di posisi ke-2 dalam waktu yang cukup lama. Usut punya usut, pembalap berkebangsaan Italia tersebut ternyata memiliki senjata ampuh yang berguna menanggulangi problem pada sisi kanannya.

Adalah rem jempol yang berhasil mengatasi masalah tersebut di sepanjang race Aragon kemarin. Sebuah tuas kecil yang ditempatkan pada bagian kiri stang tepatnya di bagian bawah, berfungsi sebagai pengganti peran dari rem kaki dan pembalap hanya cukup menekan ibu jari kiri dengan penekanan yang ia kehendak.

Komponen yang digunakan oleh Rossi bukanlah pertama kalinya ada di kejuaraan MotoGP. Solusi tersebut sudah hadir semenjak 25 tahun yang lalu atau tepatnya ketika pemilik lima kali gelar beruntun yakni Mick Doohan menderita cidera pada kaki kanannya. Legenda MotoGP tersebut mulai menggunakan perangkat rem jempol pada GP Belanda di tahun 1992 silam lantaran tidak adanya kekuatan untuk menginjakkan kaki pada pedal rem.

Kini, tren penggunaan rem jempol semakin marak di kalangan para pembalap MotoGP mulai dari Maverick Vinales, Andrea Dovizioso, Jorge Lorenzo, serta Danilo Petrucci. Bahkan Andrea Dovizioso secara terang-terangan mengatakan bahwa rem jempol adalah perangkat yang memberikan keuntungan tersendiri bagi rider Ducati.

Pembalap andalan tim Ducati tersebut beralasan bahwa rem jempol mampu memperbaiki pola balapnya ketika menikung, terutama ketika berada di tengah tikungan agar tetap dekat dengan racing line dan tidak meluncur keluar lintasan. Selain itu rem jempol juga menawarkan sifat ergonomi yang lebih besar bagi pembalap dengan postur tubuh yang tinggi.

About Author

Selain saat ini aktif menulis di Gomotogp.id, juga menyalurkan hobi menulis melalui personal blog.