FIM Larang Honda Publikasikan Data Insiden Sepang

0

Honda akhirnya menahan diri untuk tidak mempublikasikan data insiden sepang yang menyeret pembalap andalan pabrikan tersebut, Marc Marquez. Perseteruan Valentino Rossi dan Marc Marquez sejak insiden Sepang pada musim 2015 kemarin memang menuai banyak kontroversi.

Rossi dan pengacaranya sempat mengajukan banding ke CAS namun pada akhirnya banding tersebut ditolak. Sementara Marquez dan pabrikan Honda bersikeras bahwa mereka tidak bersalah dan akan membuktikannya lewat data telemetri yang akan mereka publikasikan.

Data telemetri sama halnya dengan “black box” pada pesawat terbang. Data tersebut dikumpulkan dari sekian banyak sensor yang ada pada motor untuk merepresentasikan dalam bentuk grafik perihal apa yang terjadi pada motor tersebut dalam waktu tertentu.

Data telemetri inilah yang dianalisis oleh tim Honda untuk membuktikan bahwa Marquez tidak bersalah melainkan Rossi lah yang harus bertanggung jawab.

Namun niatan untuk mempublikasikan data telemetri tersebut akhirnya terbendung oleh keputusan FIM yang meminta sekaligus melarang Honda untuk mempublikasikannya. Presiden FIM (Federasi Motor Internasional), Vitto Ippolito menegaskan bahwa data-data itu sekarang berada di tangan mereka dan tidak akan pernah dipublikasikan demi keamanan dan keharmonisan jelang MotoGP 2016.

FIM sepertinya telah mengambil langkah yang moderat, mengingat tidak lama lagi MotoGP 2016 akan digelar maka seharusnya tensi dan konflik yang terjadi pada musim sebelumnya bisa terselesaikan.

Upaya untuk mendamaikan kedua belah pihak (Rossi-Marquez) sebenarnya sudah sejak lama dilakukan oleh pihak MotoGP. Namun keduanya mungkin belum menemukan momen yang tepat untuk saling bertegur sapa dan kembali membangun relasi yang harmonis. FIM berharap baik Marquez maupun Rossi segera merealisasikan hal tersebut demi mewujudkan balapan yang fair pada musim 2016 ini.

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.