Faktor Ini Jadi Biang Merosotnya Penampilan Andrea Dovizioso di GP Jerman

0

Datang ke Jerman sebagai pemuncak klasemen, Andrea Dovizioso gagal menutup paruh musim pertama dengan hasil yang bagus. Pembalap andalan tim Ducati Corse tersebut justru harus puas menyelesaikan lomba di urutan kedelapan.

Diakui oleh pembalap berusia 31 tahun tersebut bahwa komposisi ban yang kurang tepat menjadi biang kerok kekalahannya untuk mendulang pundi-pundi angka. Start dari posisi ke-11, DesmoDovi sapaan akrabnya, mampu melesat ke barisan depan dan bertarung dengan duo rider Yamaha yakni Maverick Vinales dan Valentino Rossi guna memperebutkan posisi ke-4.

Namun jelang pertengahan lomba atau tepatnya di lap ke-14 rekan satu tim Jorge Lorenzo tersebut menghadapi ‘big problem’. Karakter lintasan Sachsenring yang memiliki banyak tikungan ke kiri memaksa ban belakang Dovi lambat laun kehilangan daya cengkram, hingga akhirnya pasrah disalip oleh Alvaro Bautista dan Aleix Espargaro.

“Itu adalah keputusan yang salah dariku. Semua orang di Ducati justru merasa kecolongan dengan hal tersebut.” ungkap Dovi seperti dikutip dari web resmi motogp.com.

“Di awal-awal lap aku merasa ban belakang memang drop sedikit-demi sedikit. Namun ketika aku hendak memacu kendaraan, ban tersebut langsung kehilangan daya cengkram begitu saja. Selesai, dan aku mencoba untuk bertahan agar tidak jatuh walau akhirnya Alvaro dan Aleix menyalipku.” lanjutnya.

“Aku tidak senang dengan hasil akhirnya, finish di urutan ke-8 membuat kami kehilangan banyak poin di kejuaraan dunia. Namun kami bisa mengambil positifnya karena feeling diatas motor sudah bagus.” tandas Dovi.

About Author

Selain saat ini aktif menulis di Gomotogp.id, juga menyalurkan hobi menulis melalui personal blog.