Ducati Tetap Bangga Pernah Memiliki Pembalap Seperti Iannone

0

Situasi sulit pernah dialami oleh setiap pabrikan ketika harus memilih pembalap mana yang harus didepak maupun bertahan bersama mereka. Tidak terkecuali pabrikan Ducati yang bingung dikala harus memilih satu nama ‘Andrea’ saja setelah mereka berhasil mendapatkan Jorge Lorenzo dari Yamaha.

Memasukkan tiga pembalap sekaligus untuk perlombaan jelas tidak mungkin mengingat besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk berlaga.

“Jelas tidak mudah bagi kami untuk menentukan siapa tandem Lorenzo di musim depan. Kedua Andrea telah bekerjasama bersama kami cukup lama, dan melalui masa–masa sulit di musim pertama. Kami sekarang telah menjadi kompetitif juga berkat umpan balik dari mereka yang membantu pengembangan motor.“ ucap Direktur Ducati Paolo Ciabatti melalui crash.net

Tentu saja banyak pertimbangan yang dipikirkan secara matang oleh para petinggi Ducati. Mulai dari segi prestasi, cara mereka bekerja di dalam tim, attitude atau sikap para pembalap saat berlaga di lintasan hingga akhirnya mereka menjatuhkan pilihan untuk nama Andrea Dovizioso. Pembalap yang memiliki julukan The Little Dragon tersebut dipilih karena selain cepat, ia juga bukan seorang ‘troublemaker’ baik di dalam maupun diluar lintasan.

“Ini adalah situasi sulit yang pernah kami alami dimana ketika tim anda memiliki dua pembalap yang cepat dan ada satu pembalap hebat yang ingin bergabung bersama kami, tentu kami harus mendepak salah satunya. Dalam hidup anda memiliki kesempatan yang sulit namun anda harus menghadapinya.”

“Pilihan kami akhirnya jatuh kepada Dovizioso dan rasa penyesalan tentu saja muncul setelah mencoret Andrea Iannone. Dia adalah pembalap yang cepat dan telah memberikan Ducati kemenangan saat seri MotoGP Austria. Kami berdoa untuk kesuksesannya bersama Suzuki.“ tegas Paolo.

About Author

Selain saat ini aktif menulis di Gomotogp.id, juga menyalurkan hobi menulis melalui personal blog.