Dua Pabrikan Papan Atas Mendadak Sirna di Atas Lintasan Argentina

0

Dinamika balapan memang penuh kemisteriusan. Ada banyak kejutan, drama, keberuntungan sekaligus kesialan yang akan terpampang jelas saat balapan berlangsung. Tak terkecuali, di sirkuit manapun itu termasuk di Termas de Rio Hondo yang baru saja menghantam nama-nama besar.

Saat bendera start dikibarkan, kesialan pertama menimpa rider Ducati, Jorge Lorenzo yang harus tumbang begitu cepat. Belum sempat memulai debut yang memuaskan, begitu banyak kritikan yang datang, dan malangnya, pria berjuluk X-Fuera ini hanya bertahan beberapa detik saja di atas Desmosedicinya.

Usai menyenggol ban belakang Iannone, Lorenzo kehilangan keseimbangan dan crash. Kesempatan untuk memperbaiki performa pun melayang begitu saja. Sungguh penantian dua pekan yang berujung nihil bagi jawara MotoGP 2015 tersebut.

Insiden kedua kembali berlanjut. Empat kali pole position di lintasan yang sama sepertinya tak cukup ampuh untuk menjadikan dominasi Marc Marquez mutlak. Miris memang saat menyaksian rider yang potensial mendulang kemenangan ini terhempas keluar begitu saja.

Ironisnya, saat itu The Baby Alien sedang memimpin balapan dengan gap yang cukup signifikan atas rider dibelakangnya. Namun apa hendak dikata, saat memasuki lap tiga juara dunia musim lalu tersebut harus rela mengakhiri balapan dengan status Did Not Finish (DNF).

Ganasnya aspal Termas de Rio Hondo tidak berhenti disitu saja. Korban selanjutnya adalah satu-satunya harapan besar repsol honda untuk mendulang poin, yakni Dani Pedrosa.

Memasuki lap ke-13 the little Spaniard seakan masuk ke dalam lubang yang sama dengan rekan satu timnya. Pedrosa jatuh ditikungan 2 tempat dimana Marc Marquez kehilangan kontrol atas ban depannya. Pupus sudah harapan Honda di seri kedua ini. Tanpa ampun lintasan Argentina menggiring dua ridernya ke ranjau yang sama. What a trap!

Berbicara tentang dinamika dan kesialan, insiden yang terjadi selanjutnya akan membuat kita geleng-geleng kepala. Musim lalu rider ini gagal finish di Argentina padahal sedang memimpin balapan saat memasuki lap terakhir.

Siapa lagi kalau bukan Andrea Dovizioso. Tahun lalu Ia ditorpedo rekan satu timnya (Andrea Iannone), dan musim ini Ia kembali mendapat torpedo lainnya. Kali ini, harapan ducati tersebut sirna pasca jatuhnya Dovizioso akibat ditabrak oleh pembalap Aprilia, Aleix Espargaro. Kesialan Dovi memang belum ada tandingannya, paling tidak untuk saat ini.

Dua rider Repsol Honda dan DucatI Corse kehilangan eksistensi. Sebegitu kejam nya kah lintasan di Amerika latin ini?

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.