Dituduh Lakukan Team Order, Jorge Lorenzo Jelaskan Keadaan Yang Sesungguhnya

0

Gonjang-ganjing mengenai adanya sebuah team order pun menyeruak pasca kemenangan yang diraih oleh pembalap Ducati, Andrea Dovizioso. Pasalnya saat itu pembalap Italia tersebut tengah berada di urutan kedua di belakang teammatenya sendiri, Jorge Lorenzo.

Kemudian muncul pesan pada dashboard motor Lorenzo dimana secara keseluruhan isinya memberitahukan bahwa di dekatnya ada Dovizioso yang secara teoritis harus menjadi pemenang balapan jika ingin meraih gelar juara dunia. Bukti team order pun semakin nyata ketika pemilik tiga kali gelar juara dunia tersebut melebar dari jalur dan akhirnya tonggak kepemimpinan balapan jatuh pada Dovizioso.

Usai race, Ducati pun secara terang-terangan mengakui bahwa timnya memang melakukan usaha team order demi memenangkan salah satu pembalapnya. Uniknya, Lorenzo justru membantah jika dirinya dengan sengaja memberikan jalan bagi tandemnya tersebut.

“Sejujurnya saya tidak melihat apapun sampai lap akhir. Saya sangat fokus pada tiap putaran agar tidak kehilangan lagi konsentrasi saat balapan basah seperti kejadian di Misano dan saya tidak melihat pesan itu. Hanya saat di parc ferme tim memberitahu saya mengenai pesan tersebut.” ucap Lorenzo dikutip dari Crash.net.

Namun Jorge Lorenzo menyadari posisinya yang sudah kalah dari Dovizioso dalam urusan klasemen sehingga secara tidak langsung ia mengerti bahwa timnya butuh sebuah kemenangan karena di sisi lain saat itu Marc Marquez yang menjadi pemuncak klasemen hanya mampu finish keempat.

“Saya menyadari situasinya dan saya tidak membutuhkan orang untuk memberitahu saya mengenai sikap yang harus diambil dalam kondisi tersebut. Saya tahu gelar juara begitu penting kalau-kalau Marquez terjatuh atau semacamnya. Di sisi lain saya juga ingin meraih kemenangan namun area depan motor tidak memungkinkan untuk seperti itu.” tambahnya.

Sementara itu Marquez pun mengaku tidak keberatan dengan isu team order yang menerpa tim rivalnya tersebut. Sebaliknya sang juara dunia bertahan musim lalu tersebut mengatakan bahwa team order sah-sah saja dilakukan lantaran tidak adanya peraturan di MotoGP.

“Bagi saya itu normal dan sah saja dilakukan. Maksudnya adalah meski tim tersebut tidak mengirimkan pesan apapun dan disisi lain teman anda sedang berjuang di kejuaraan maka anda harus sadar posisi jika anda adalah pembalap profesional. Saya sepenuhnya mendukung dengan apa yang dilakukan oleh Ducati.” tuntas rider yang pernah berseteru dengan Valentino Rossi tersebut.

About Author

Selain saat ini aktif menulis di Gomotogp.id, juga menyalurkan hobi menulis melalui personal blog.