Cerita Max Biaggi Kala Mengenang Kembali Era Kejayaannya di Kelas 250cc

0

Menjadi seorang pembalap profesional sebenarnya bukanlah tujuan utama bagi seorang Max Biaggi. Di masa mudanya, Biaggi lebih sering menghabiskan waktunya untuk bermain sepakbola karena pada masa itu dunia persepakbolaan bisa dibilang derajatnya lebih tinggi ketimbang adu balap motor.

Namun pada usia 18 tahun, pria kelahiran Roma 26 Juni 1971 tersebut mencoba untuk mengikuti balapan pertamanya. Meski sempat terjatuh, ia justru berhasil tampil mendominasi pada musim berikutnya. Cukup telat memang bagi dirinya untuk menemukan bakat terpendam tersebut namun hal tersebut bukan menjadi masalah yang besar karena ia berhasil menjadi salah satu rider besar di Italia.

“Ketika masih kecil aku menghabiskan banyak waktu dengan bermain sepakbola. Namun di usia sekitar 17-18 tahun aku mulai menemukan dunia baru, balap motor. Memang terhitung terlambat, namun semangat yang ada dalam diriku begitu besar. Hanya dalam waktu sekejap saja balap motor bisa begitu menjadi hal yang menarik dalam hidupku.” kenang Biaggi.

Di tahun 1992, Max Biaggi mulai terjun secara penuh kedalam kejuaraan Grand Prix 250cc bersama tim Aprilia dan meraih kemenangan pertama di sirkuit kandang Mugello. Usai berhasil meraih podium pertamanya, ia merasa begitu ketagihan untuk menang. Berselang 2 musim kemudian, pembalap yang terkenal dengan julukan The Roman Emperor tersebut mulai menemukan jalan terang dalam karirnya.

Biaggi berhasil menyabet gelar juara dunia pertamanya di kelas 250cc pada tahun 1994. Bahkan ia sukses mempertahankan gelarnya menjadi 4 musim berturut-turut hingga tahun 1997. Sebuah catatan mentereng yang belum pernah digariskan oleh pembalap manapun di kelas 250cc.

“Aku berhasil meraih podium pertama di Mugello dan rasanya selalu terngiang-ngiang di kepala. Dari itulah semuanya berubah, aku merasa memiliki potensi untuk selalu dan selalu ingin berada di depan. Aku juga banyak mengambil pelajaran dari para pembalap senior hingga akhirnya bisa meraih juara dunia untuk pertama kali. Sampai saat ini aku masih bisa mengingat bagaimana kegembiraan orang-orang disekitar saat meraih gelar.” tukas pembalap yang pernah bersaing sengit dengan Valentino Rossi.

Sayang dengan raihan impresif di kelas 250cc, pembalap yang memiliki nama lengkap Massimiliano Biaggi tersebut gagal merebut satu kalipun gelar di ajang 500cc (sebelum berganti menjadi kelas MotoGP). Selama 8 musim bertarung di kelas premier, Biaggi hanya mentok di posisi runner up sebanyak 3 kali dan sisanya berada di posisi ketiga.

About Author

Tertarik dan menekuni dunia web sejak 6 tahun lalu, selain menulis ia bertanggung jawab penuh dengan teknis website Gomotogp.id.