Akankah Popularitas MotoGP Bungkam Saat Rossi Hengkang?

0

Dua dekade sudah Valentino Rossi berjibaku di atas lintasan. Mengubah ambisi menjadi visi, hingga menghasilkan dedikasi yang bisa dibilang abadi disaat usianya hampir berkepala empat.

Sejak tahun 2000 mengaspal di kelas premier, The Doctor sudah mengemas 7 kali gelar di dua pabrikan yang berbeda. Sejak saat itu hingga kini, beragam rivalitas di atas lintasan sudah sering mewarnai karir sang legenda ini.

Mulai dari “senggol-senggolan” kecil bersama Max Biaggi sampai intensitas senggol yang jauh lebih besar bersama Marc Marquez pernah menghiasi garis takdir rider Italia tersebut.

Barangkali akan sangat panjang jadinya jika kita membahas satu persatu koleksi kemenangan dan rekor-rekor yang pernah di cetak Valentino Rossi. Begitu bukan?

Terlepas dari sepak terjangnya di dunia balap, kita mungkin perlu menjawab pertanyaan mendasar dari diri seorang Valentino Rossi? Apakah dia pembalap yang hebat?

Di luar sana, dalam interval waktu yang berbeda-beda ada banyak nama pembalap hebat yang pernah maupun sedang berkarir di MotoGP. Giacomo Agostini, Mike Hailwood, Mick Doohan, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, bahkan Marc Marquez adalah pembalap-pembalap hebat di ajang balap paling prestigius ini.

Namun kehebatan Valentino Rossi bukan hanya di atas lintasan saat memacu kuda besi miliknya saja. The Doctor adalah rider yang menjadi dirinya sendiri, mencetak sejarah diatas namanya sendiri bukan menjiplak atau memecahkan rekor dari pembalap lainnya.

Di luar lintasan, dia adalah seorang entertainer yang handal. Mampu membangun hubungan baik dengan orang terdekat bahkan dengan penggemar paling jauh nya sekalipun. The Doctor punya karisma yang dilandasi pada attitude dan personality yang baik. Begitu menyebut nama Valentino Rossi, seorang fans akan terbayang pembalap hebat yang membuat dirinya senang, bukan cuma sang juara.

Inilah yang membuat nama Valentino Rossi begitu mendunia. Sangat populer bahkan jauh lebih besar dari MotoGP itu sendiri. Tidak mengherankan, meski sudah lama sekali tidak merasakan gelar juara dunia, namun antusiasme publik terhadap sosok ini tetap saja sangat kental.

Namun, kita perlu kembali pada realitas yang tak terbantahkan. Ya, ada saatnya dimana The Doctor harus keluar dari kompetisi ini, mengakhiri karirinya sebagai legenda MotoGP, dan tentunya menikmati semua pencapaian yang telah Ia bangun. Dan jika itu terjadi?

Jika itu terjadi, kita hanya bisa berharap agar sejarah masih punya stok bacaan untuk menceriterakan sosok-sosok pembalap yang tidak hanya piawai di atas lintasan, tapi juga heroik di mata publik.

Sebab sebesar apapun sebuah olahraga, jika tidak ada ikon penting di dalamnya, maka olahraga itu hanya akan menjadi kompetisi lokal dan terkesan eksklusif. Lokalitas dan eksklusifitas tentu bukanlah warna MotoGP.

About Author

Mahasiswa Akuntansi Universitas Al Azhar Indonesia.